Profesional di Perantauan Akan Dampingi UMKM di Indonesia

30 July 2014
12338 Views

Dengan Menkop UKM 1

Tinggal dan bekerja di Jepang ternyata tak melunturkan kepedulian pada pembangunan industri dalam negeri, ini dibuktikan Enjinia Nusantara. Perkumpulan para profesional Indonesia yang bekerja di Jepang ini sepakat menjalin kerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) untuk membantu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kami ingin berkontribusi secara langsung maupun tak langsung untuk perkembangan industri di Indonesia,” ungkap Abdi Pratama, Ketua Enjinia Nusantara yang berdomisili di Osaka ketika dihubungi Halojepang!, Kamis (18/04).

Sumbangsih langsung dilakukan melalui pendampingan, pemberdayaan UKM berbasis inovasi dan teknologi sedangkan tak langsung melalui penerbitan buku tentang etos kerja Jepang.

Awal kerjasama ini terjadi ketika rombongan Kemenkop berkunjung ke Osaka atas undangan pengusaha Jepang. Dalam pertemuan dan diskusi terbatas, Enjinia mengungkapkan keinginannya ikut mengembangkan UKM dengan berbagi pengetahuan yang dimiliki. Hal ini ditanggapi positif dengan ditandatangani nota kesepahaman (MoU) di Osaka (13/4).

Penandatanganan MoU dilakukan Agus Muharram, Seskemenkop UKM dan Abdi Pratama, Ketua Enjinia Nusantara. Penandatanganan surat kerja sama ini juga disaksikan oleh Ketua Japan Indonesia Kaizen Center (JIK-C) Sigit Widodo, dan Konsul Jenderal RI Ibnu Hadi.

Abdi menambahkan, “Kini ada beberapa anggota Enjinia yang sudah di Indonesia, baik pindah kerja maupun mendirikan perusahaan, sehingga bisa berhubungan langsung dengan UKM.”

Tahap awal, Enjinia akan memetakan UKM yang ada dan kapasitas yang dimiliki untuk membantu. Mereka juga akan melakukan Genchi Genbutsu (melihat secara langsung) ke lapangan kondisi UKM di Indonesia, kemudian bersinergi untuk melakukan inovasi berdasarkan keilmuan dan pengalaman yang dimiliki selama bekerja sebagai praktisi profesional di dunia industri Jepang.

Sementara itu pada kesempatan terpisah, Muhammad Taufiq, Staf Ahli Kemenkop menyatakan,”Tahap awal Kemenkop akan melakukan pendataan UKM dan mencocokkan dengan kebutuhan. Kemudian data akan dikirim ke Enjinia sehingga bisa dipilih mana yang akan didampingi.”

Taufiq juga mengatakan kemungkinan pendampingan bisa berupa pengetahuan tentang proses produksi, pengemasan produk dan pemasarannya. Sebagai contohnya sekarang ada pengembangan kelapa dan produk turunannya. Sabut misalnya, bisa diolah untuk menjadi bahan atap, pengisi jok mobil.

Kegiatan paling dekat yang akan dilakukan adalah peluncuran buku tulisan para profesional di Jepang mengenai budaya kerja di Jepang pada bulan Mei mendatang di Kemenkop.

Enjinia Nusantara adalah perkumpulan para profesional Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan baik Diploma, Sarjana, Master, ataupun Doktor di salah satu universitas di Jepang dan kemudian melanjutkan bekerja sebagai profesional di industri Jepang. Perkumpulan yang didirikan di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka ini memiliki anggota sekitar 99 orang profesional yang bekerja di Jepang dengan sekitar 60% anggota berpartisipasi aktif.  Meskipun namanya berasal dari kata ‘Engineering’, bidang keahlian anggotanya beragam.

Sumber : http://www.halojepang.com/sosialpendidikan/6888-enjinia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>